ReLIFE: Kesempatan Menjalani Masa Remaja Kedua Bagi Si Dewasa Putus Asa


d22dfc2d22bc4070868500d6ae88fa1a60d5de5e_hqRelife merupakan anime baru

 

Awalnya saya hanya coba-coba saja download episode satu lalu berpikir kalo ini tidak menarik saya tidak akan lanjut nonton. Ketentuan menonton anime yang saya turuti saat ini seperti: genre slice of life dan genre school life (genre romance boleh tapi seperlunya), jumlah tokoh ceweknya kalo bisa seimbang sama tokoh cowoknya (kalo bisa tokoh cowoknya ganteng dan tokoh ceweknya pendiam apa pemalu dengan memiliki sisi kelembutan yang orang tak sangka adanya, sejenis dandere atau kuudere deh tapi tsundere juga gak papa), rambut tokoh ceweknya gelap jangan berwarna ngejreng lalu matanya juga, sementara rambut tokoh cowok mah yang penting rambutnya cepak pendek poninya boleh deh nutupin mata sedikit, dan mereka kadangkala harus tampil dalam bentuk chibi yang lucu itu untuk bagian komedinya mungkin. Nah, tiga syarat itu sudah dimiliki oleh Relife dibalik tampilannya yang bergenre school life sebenarnya misinya lumayan kompleks. Sekolah sebagai latar pertemanan dan perkembangan suatu pribadi menuju titik yang ingin digapai digambarkan dengan baik meski rasanya terlalu cepat tapi mungkin kalo diceritakan perlahan bakal bertele-tele dan boring ya (?) Saya nonton deh sambil download. Hingga episode terakhirnya saya yakin saya memang sudah kepincut dari episode awal dan tak bisa berhenti nonton hingga cenderung ingin mengulang nonton lagi.

Dari anime ini, saya jadi suka Chizuru Hishiro. Kenapa saya suka Chizuru Hishiro? Dia bukan tipe pemalu seperti Hinata Hyuuga sih tapi tipe pendiamnya Hinata Hyuuga (nah lhoo). Alasan nonton anime ini pun gak sengaja buka situs juragan anime dan menemukan updaten anime baru saja. Temanya sedikit sama dengan Detektif Conan tentang obat yang membuat seseorang bisa kembali ke tampilan fisik muda tapi dalamnya tetap sesuai usia sebelumnya. Kalau Conan masih menyelidiki dan tak serta merta menerima perubahannya jadi anak SD lagi akibat diberi obat (baca: racun) dengan paksa, Arata malah menerimanya tanpa usaha selidik-selidikan dan tanpa paksaan hanya akibat tekanan hidupnya sendiri saja sebagai pengangguran yang butuh biaya hidup di usianya yang sudah 28 tahun (Conan aka Shinichi kan masih 17 tahun sejak tahun 1990-an sampe sekarang). Lagipula awalnya saya gak peduli sama Arata Kaizaki sih, saya mau nyoba nonton karena melihat tampilan Chizuru Hishiro yang mata dan karakter wajahnya mirip Hitoha Marui (ketiga-san nya Mitsudomoe) dan aroma-aroma dandere Hinata yang ada dalam dirinya hehe. Tapi setelah nonton tamat untuk pertama kalinya, lihat ekspresi chibi semua karakter dalam anime ini, kok saya jadi suka SEMUA karakter di dalamnya. Yaps tanpa mereka cerita takkan pernah seseru ini untuk diikuti. Jujur pada episode 1 Arata belum begitu saya suka, seiring penontonan yang lanjut dari anime ini semalam suntuk dengan kuota internet 0kb dan hari-hari terakhir paket ini, saya berhasil menyelesaikan downloadannya serta tontonannya hari ini meski merelakan waktu tidur yang nyenyak ini hilang. Nonton diselingi Ao Haru Ride yang romantis bila kan cape ya, kalo ini jujur suka cerita persahabatannya. Arata Kaizaki & Chizuru Hishiro juga duet pasangan yang cute, suka mereka berdua pada akhirnya. Alasan nyoba-nyoba nonton berhadiah cerita yang lovely ini membuat saya ingin nonton lagi. Paling besok ya. Hari ini cukup istirahat. Si Biruku juga udah lelah tempel-cabut charger dan telah saya gunakan berlebihan padahal sudah berjanji takkan melukai lagi. Sumimasen. Kamu istirahat ya biruku. Makan listrik yang banyak.

Besok nonton lagi dan kapan pun nonton lagi. Simpan ya anime ini.

Oia jangan lupa Screencapture yang banyak mulai dari episode 1 lagi besok. Hari ini Cuma beberapa momenlah. Arata, Chizuru, Ryou, An, Rena, Kazuomi, Honoka, Akira, dan Nobunaga!

Oia lupa, saya sedikit mengalami kecemasan yang sama seperti Arata. Usiaku kini hampir 22 bentar lagi lulus kuliah. Mau ngapain ya iyasih kerja, kerja apa? Apa saya sanggup mandiri? Rasanya kadang sudah kurangkai masa depan namun selalu ada ketakutan yang menghampiri. Sokah… saya sadar, sejak menyinggung masalah itu… sejak episode pertama… saya jatuh hati pada karakter Arata dan ikut cemas serta merasakan emosi yang timbul di sekitar Arata yang kembali SMA ini. Ada perasaan ingin kembali ke SMA lagi kalo boleh dengan teman yang sama meski berbeda pun tak papa. Saya merasa masa SMA ku saat itu kulalui dengan menyepelekan dan menyia-nyiakannya hingga tak kusadari berakhir begitu cepat. Saya merasa kurang berusaha dalam hal apapun saat itu. Berpegang pada mimpi yang sama sejak kelas 8 SMP atau mencari mimpi baru sesuai realita sekitar? Saya paling suka anime dan drama anak sekolahan ya untuk mengenang. Hmm mulai nulis lagi dwis. Lagi pula keyboardnya enak begini, gak ada alasan malas lagi ya. Biruku Love you ^^

Catatan pertama, 04 Juli 2016.

 

Tokoh dan karakternya

Arata Kaizaki
Emosional pada mulanya, terguncang dengan kepergian seniornya di kantor, cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru (remaja penuh gejolak nih yee), takut mengikat dasi karena trauma menyaksikan dan tak bisa menyelamatkan seniornya. Peka dan cepat tanggap situasi di lingkungan barunya. Sering memberi solusi pada teman-temannya dan ikut belajar dari masalah teman-teman SMAnya itu. Sering ikut campur menyelesaikan masalah teman meski kadang ada ketakutan salah mengambil jalan penyelesaian. Tidak sungkan membantu temannya, ringan tangan. Ia bekerja keras melalui remedial ujian dalam satu semester ini.

 

Chizuru Hishiro voiced by:
Pendiam, canggung, kurang bersosialisasi, punya senyum yang aneh. Suka belajar. Kurang peka, dingin, kalo senyum tulus dia manis banget. Banyak bertanya pada google tentang beberapa masalah di depan matanya. Ia berpikir kurang bergaul dan tak punya teman itu membuatnya kesepian. Ia kadang salah baca situasi. Ia lupa nama orang di sekitarnya dan menamai mereka dengan situasi saat mereka interaksi dengannya saja. Tertarik memiliki persahabatan dan berusaha. Bicara terus terang. Kalau dia tak mengerti suatu hal langsung bertanya tanpa basa-basi. Kadang dia menarik diri dari mengenal orang akibat sejak kecil sering pindah sekolah. Tidak mudah berbaur, tapi dia berusaha untuk berubah dan menemukan teman sebanyak mungkin. Ia sadar kesendiriannya membuat kesalahpahaman dalam memulai pertemanan dengan murid SMA lainnya makin sulit.

 

Ryou Yoake An Onoya

 

Rena Kariu Kazuomi Ooga
Pekerja keras, keras kepala,

 

Honoka Tamarai Akira Inukai Nobunaga Asaji

 

Kokoro Amatsu Koshi Usa Sumire Inukai Michiru Saiki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber referensi:

http://www.juragan-anime.net/series/relife/ (diakses 03 Juli 2016)

http://www.solidfiles.com/v/aWqnVWaWymrXG (diakses 03 Juli 2016)

http://myanimelist.net/anime/30015/ReLIFE (diakses 03 Juli 2016)

http://www.komikmax.net/2015/10/manga-relife-bahasa-indonesia.html (diakses 04 Juli 2016)

https://en.wikipedia.org/wiki/ReLIFE (diakses 04 Juli 2016)

http://aminoapps.com/page/anime/2168273/re-life-anime (diakses 04 Juli 2016)

http://www.tumbnation.com/tumblr-tag/relife?page=1455444059  (diakses 04 Juli 2016)

http://pyclune.deviantart.com/art/ReLIFE-Artwork-618973977  (diakses 04 Juli 2016)

http://my.jurnalotaku.com/45934/penjelasan-mengenai-status-anime-relife-yang-finished-airing-2/  (diakses 19 Juli 2016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s